Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2017

Go ROA: Goroho Roa

Gambar
Go Roa adalah kripik produk Kopi Aheng yang dibuat dari pisang goroho dan dabu-dabu roa. Rasanya manis-manis pidissss (pedas) dan renyah. Sangat cocok menjadi cemilan dalam perjalanan. Tetapi tak kalah enak disandingkan dengan kopi saat smokol pagi atau bersantai di beranda rumah sore hari sambil menikmati sunset.  Pisang goroho endemik Sulawesi Utara. Nama ilmiahnya Musa Acuminafe, sp. Klasifikasinya Kerajaan Plantae, devisi Magnoliophyta, kelas Lylopsida, bangsa Singibirales, Suku Musaceae, Marga Musa, Jenis M. Acuminafe. Sumber makanan warga Sulawesi Utara ini, mudah ditemukan di kebun-kebun penduduk. Manfaatnya pun sangat penting bagi kesehatan. Pisang goroho yang direbus dengan kupasan kulit tipis-tipis, dikonsumsi untuk mengatasi penyakit diabetes melitus. Kerenyahan goroho goreng tipis-tipis tidak lengkap tanpa dabu-dabu (sambal). Dabu-dabu yang cocok bersanding dengan goroho adalah Dabu-dabu Roa. Dabu-dabu Roa dalam Paket Go Roa diracik dari kombinasi suwiran dagi...

KOPI DARI SURGA SERUPUTAN BIDADARI

Gambar
Kok bisa? Apa benar ada kopi yang turun dari Surga? Begini ceritanya. Orang di Pulau Siau alias Pulau Sembilan percaya bahwa Sense Madunde merupakan leluhur pertama mereka. Sense Madunde seorang pemburu. Ia menggunakan sumpit untuk memburu burung. Masuklah Sense Madunde memburu burung di seputaran Ake Sio (Air Sembilan) di hutan Beong. Sense Madunde mencium bau harum di tengah hutan, mengundang rasa penasarannya. Ia mencari asal bauh harum itu. Tak disangka, sembilan orang bidadari tengah bugil memanjakan diri mandi di kolam masing-masing. Di seputar Ake Sio ditumbuhi tanaman Tatiala (Penanda) berupa pohon Nusa Indah yang sarat buahnya. Di atas buah Tatiala bertumbuhlah daun putih. Daun itu tidak pernah bertumbuh di sekitar ranting. Tetapi selalu bertumbuh di buah. Unik bukan? Setiap bidadari mengambil beberapa helai daun tatiala. Jika penghuni Nirwana menyebut Tatiala , lain lagi dengan peghuni bumi, Sense Madunde menyebut pohon itu dengan sebutan Lembawua (buah yang ditemukan d...

KOPI AHENG: Kopi Sejak Masa Laksamana Hengkenau

Gambar
Laksamana Hengkenau ialah seorang panglima perang Kerajaan Siau abad 16. Dalam tuturan tua-tua Kampung, konon pria perkasa kelahiran Timeno Kiawang tahun 1590 itu mempunyai kebiasaan minum kopi hasil racikan ibunya. Kopi dari Gunung Tamata diolah ibunya dengan cara sederhana. Cukup dikeringkan di bawah sinar matahari lalu disangrai dengan belanga tanah bersamaan dengan biji pala. Racikan itu cukup bagi Hengkenau untuk membuat dirinya bisa tidur lelap dan bangun dengan stamina prima.  Untuk menghasilkan kondisi tubuh yang menawan dan tampak selalu energik, tetapi tetap harum bauh tubuhnya, Hengkenau mencecap Kopi buatan ibunya yang diracik dengan sedikit campuran fulli (mace) dari biji pala lenge (pala masak yang dianggap sebagai pala terbaik). Tidak heran, pada setiap pertempuran melawan tandingnya, Hengkenau tidak pernah menorehkan kekalahan. Ramuan Kopi racikan Ibu Hengkenau ini sangat berperan dalam membentuk kepribadiannya yang kokoh dan disegani lawan.  Kis...

AHENG CATERING

Gambar
AHENG CATERING adalah salah satu Strategi Bisnis kami yg dikemas dalam konsep budaya. Setiap hajatan mengkombinasikan tradisi dari pemangku hajatan. Strategi AC memadukan teknik layanan menu, acara, busana dan entertain yg sarat nuansa budayanya, secara holistik. Harganya terjangkau dan layanan memuaskan. Hubungi kami di 0821 8996 9233 Dirno Kaghoo.

KOPI AHENG: Kopi Leluhur Orang Siau

Gambar
Pulau Siau di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) Sulawesi Utara terkenal sebagai pulau penghasil pala terbaik. Hampir seluruh hamparan tanah di pesisir pulau berpola sembilan itu merupakan perkebunan pala milik warga. Sementara di kawasan pegunungan, terutama di kawasan Gunung Tamata, tersimpan potensi komoditi yang tak kalah penting dikembangkan, yaitu Kopi. Kopi dari Gunung Tamata bertumbuh liar, tidak ada warga yang mengurusnya, selain menjadi konsumsi hewan Longko . Longko ialah kucing liar yang aktivitas hidupnya dominan di malam hari. Di tempat lain, Longko disebut juga Luwak. Kopi yang telah dikonsumsi Longko ini menjadi kisah menarik bagi warga Siau. Konon, untuk dapat menikmati rasa kopi terbaik, beberapa penduduk yang bertempat tinggal di bawah kaki gunung Tamata mempunyai rahasia, yaitu menikmati Kopi yang telah dikonsumsi oleh Longko dan diramu dengan biji Pala terbaik. Siau Island in Sitaro Islands Regency (Sitaro) North Sulawesi is famous as the isl...