KOPI DARI SURGA SERUPUTAN BIDADARI



Kok bisa? Apa benar ada kopi yang turun dari Surga?
Begini ceritanya. Orang di Pulau Siau alias Pulau Sembilan percaya bahwa Sense Madunde merupakan leluhur pertama mereka. Sense Madunde seorang pemburu. Ia menggunakan sumpit untuk memburu burung. Masuklah Sense Madunde memburu burung di seputaran Ake Sio (Air Sembilan) di hutan Beong. Sense Madunde mencium bau harum di tengah hutan, mengundang rasa penasarannya. Ia mencari asal bauh harum itu. Tak disangka, sembilan orang bidadari tengah bugil memanjakan diri mandi di kolam masing-masing.

Di seputar Ake Sio ditumbuhi tanaman Tatiala (Penanda) berupa pohon Nusa Indah yang sarat buahnya. Di atas buah Tatiala bertumbuhlah daun putih. Daun itu tidak pernah bertumbuh di sekitar ranting. Tetapi selalu bertumbuh di buah. Unik bukan? Setiap bidadari mengambil beberapa helai daun tatiala. Jika penghuni Nirwana menyebut Tatiala, lain lagi dengan peghuni bumi, Sense Madunde menyebut pohon itu dengan sebutan Lembawua (buah yang ditemukan di lembah). Sense Madunde bersembunyi di balik batang pohon pala besar. Ia mengambil salah satu pakaian dari bidadari dengan sumpitnya. Saat kelompok bidadari itu selesai mandi, mereka mengenakan pakaian mereka kembali. Bidadari bungsu yang bernama Sagheno tidak menjumpai pakaiannya. Dengan pakaian itu, Sagheno bisa terbang kembali ke Surga. Singkat cerita, bidadari Sagheno menjadi isteri Sense Madunde.

Saat hendak melahirkan puteranya, bidadari Sagheno mengalami pendarahan yang membuat bingung Sense Madunde mengatasinya. Bayi yang dikandungnya belum juga mau keluar dari kandungan, sedangkan air ketubannya sudah pecah. Darah bercucuran, Sagheno kesakitan. Sagheno meminta agar suaminya pergi mengambil buah Lembawua untuk diracik dengan biji kopi menjadi minuman sekaligus obat untuk melancarkan persalinannya. Hanya dengan sekali teguk, bayi dalam kandungan melesat keluar. Bayi itu diberi nama Pahawo yang artinya terpisah dari kandungan ibunya. Sesudah itu, Kopi Lembawua tadi dioleskan pada pintu keluar bayi sehingga darah yang keluar dari mulut rahim terhenti seketika. Kopi Lembawua racikan Sense Madunde dan Bidadari Sagheno tersebut diminum terus karena berkhasiat mengeluarkan racun dalam tubuh serta kotoran-kotoran di sekitar kandungan pasca melahirkan. Khasiat lainnya dapat memulihkan stamina tubuh setelah kelelahan bekerja.


COFFEE FROM HEAVEN, DRINK FAIRY

How could it be? Is there really a coffee that comes from heaven?
Here's the story. In times of old, people on the island of Siau or "Nine Island" Sense Madunde believe that is their first ancestor. Sense Madunde a hunter. He uses chopsticks to hunt birds. Come Sense Madunde hunt birds in the forest Ake Sio (Nine Water), a forest in the village Beong. Sense Madunde smell in the woods fragrant, made him curious. He sought the origin of the fragrant. Not unexpectedly, nine people angel has no clothes, were bathing in the pool belonged to each.

Forests around Ake Sio overgrown Tatiala (Bookmarks) in the form of trees bearing fruits Nusa Indah. On top Tatiala fruit grow-white leaves. The leaves were never built up around a twig. But always grow in the fruit. Unique is not it? Each angel took some leaves "tatiala". If the inhabitants of Paradise mention Tatiala, another with people earth. Sense Madunde called it as Lembawua (fruit found in the valley). Sense Madunde hiding behind a large nutmeg tree trunk. He took one of the suits of angel with chopsticks. When the angel group finished bathing, they wore their clothes back. The youngest angel named Sagheno not find his clothes. With clothes, Sagheno could fly back to Heaven. Short stories, fairy Sagheno as wives Sense Madunde.

When about to give birth to his son, an angel Sagheno bleed unnerve Sense Madunde cope. The baby has not come out of the womb, while her waters had broken. Blood pouring, Sagheno pain. Sagheno requested that her husband went to take Lembawua fruit blended with coffee beans into a drink once a drug to expedite labor. Only a single gulp, the baby shot out. The baby was named Pahawo which means that apart from his mother's womb. Thereafter, Coffee Lembawua was smeared on the exit of the baby so that the blood that comes out of the mouth of the womb stopped instantly. Sense Madunde Lembawua coffee concoction is drunk and Angel Sagheno continue as nutritious remove toxins in the body and the dirt around the womb after childbirth. Other properties can restore the condition of the body after overwork.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOPI AHENG: Kopi Leluhur Orang Siau

KOPI AHENG: Kopi Sejak Masa Laksamana Hengkenau